Perjuangan dan Pengorbanan : Refleksi Milad Muhammadiyah yang ke-115 Tahun
Dulu langgar kecil adalah saksi perjuangan Muhammad Darwis yang bertempat
di kauman yogyakarta. Di situlah awal mula sebuah perjalanan tiada hentinya
untuk membangun sebuah persyarikatan.
Tepat pada tanggal 8 Dzulhijah persyarikatan itu berdiri sebagaiamana
layaknya sebuah energi positif yang muncul pertama kalinya ditanah yogyakarta, yang
membawa semboyan amar ma’ruf nahi munkar.
Kiai Dahlan sempat di tertawakan dan bahkan langgar sudah beridiri
itu sempat dirobohkan begitu saja, namun Kiai Dahlan dan seluruh tokoh yang
terlibat didalamnya tidak pantang menyerah, karena beliau yakin persyarikatan
ini akan terus tumbuh dan berkembang.
Perjuangan dan pengorbanan terus dilakukan oleh Kiai Dahlan agar Muhammadiyah
bisa tumbuh dan berkembang, pada akhirnya Muhammadiyah tumbuh dan berkembang
dengan sangat pesat.
Awal mulanya sebuah langgar begitu kecil, kini sudah tumbuh
masjid-masjid mewah dan megah berjumlah sekitar 12.000 yang tersebar di
Indonesia.
Madrasah dulu seperti ruang tamu, namun sekarang sudah berdiri ribuan
gedung-gedung dari kalangan kelompok bermain hingga perguruan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia dan bahkan
dunia.
Dulu sempat diremehkan, tetapi sekarang 112 Rumah Sakit telah dibangun
untuk masyarakat luas yang mana itu juga tersebar diseluruh indonesia.
Entah sekarang berapa banyak Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang
telah di dirikan dan bahkan mempekerjakan masyarakat di seluruh sudut Nusantara
bahkan di daerah yang tidak pernah di jangkau.
Muhammadiyah sekarang mempunyai aset sekitar kurang lebih Rp 200
Triliun, sebuah pencapaian yang amat sulit dikejar oleh lembaga lainnya.
Namun dengan itu Muhammadiyah tetap menjaga dan rendah hati akan
pencapaian yang ia raih pada saat ini, unit ekonomi persyarikatan sekarang juga
telah bergeliat untuk bangkit, mengejar Amal Usaha seperti Masjid, sekolah,
panti Asuhan dan rumah sakit.
Kalau kata KH Ahmad Dahlan “Hidup-Hidupilah Muhammadiyah dan jangan
mencari kehidupan di Muhammadiyah”.
Terus semangat menjadi kader Muhammadiyah teruslah ber-Amar ma’ruf
nahi munkar meskipun dalam keadaan apapun itu karena kader Muhammadiyah adalah
kader yang tangguh dan tidak pernah kenal kata putus asa dalam berdakwah
menyebar kebaikan.
.jpg)