Sabtu, 15 Juni 2024

PERJUANGAN DAN PENGORBANAN

 


Perjuangan dan Pengorbanan : Refleksi Milad Muhammadiyah yang ke-115 Tahun

Dulu langgar kecil adalah saksi perjuangan Muhammad Darwis yang bertempat di kauman yogyakarta. Di situlah awal mula sebuah perjalanan tiada hentinya untuk membangun sebuah persyarikatan.

Tepat pada tanggal 8 Dzulhijah persyarikatan itu berdiri sebagaiamana layaknya sebuah energi positif yang muncul pertama kalinya ditanah yogyakarta, yang membawa semboyan amar ma’ruf nahi munkar.

Kiai Dahlan sempat di tertawakan dan bahkan langgar sudah beridiri itu sempat dirobohkan begitu saja, namun Kiai Dahlan dan seluruh tokoh yang terlibat didalamnya tidak pantang menyerah, karena beliau yakin persyarikatan ini akan terus tumbuh dan berkembang.

Perjuangan dan pengorbanan terus dilakukan oleh Kiai Dahlan agar Muhammadiyah bisa tumbuh dan berkembang, pada akhirnya Muhammadiyah tumbuh dan berkembang dengan sangat pesat.

Awal mulanya sebuah langgar begitu kecil, kini sudah tumbuh masjid-masjid mewah dan megah berjumlah sekitar 12.000 yang tersebar di Indonesia.

Madrasah dulu seperti ruang tamu, namun sekarang sudah berdiri ribuan gedung-gedung dari kalangan kelompok bermain hingga perguruan tinggi yang  tersebar di seluruh Indonesia dan bahkan dunia.

Dulu sempat diremehkan, tetapi sekarang 112 Rumah Sakit telah dibangun untuk masyarakat luas yang mana itu juga tersebar diseluruh indonesia.

Entah sekarang berapa banyak Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang telah di dirikan dan bahkan mempekerjakan masyarakat di seluruh sudut Nusantara bahkan di daerah yang tidak pernah di jangkau.

Muhammadiyah sekarang mempunyai aset sekitar kurang lebih Rp 200 Triliun, sebuah pencapaian yang amat sulit dikejar oleh lembaga lainnya.

Namun dengan itu Muhammadiyah tetap menjaga dan rendah hati akan pencapaian yang ia raih pada saat ini, unit ekonomi persyarikatan sekarang juga telah bergeliat untuk bangkit, mengejar Amal Usaha seperti Masjid, sekolah, panti Asuhan dan rumah sakit.

Kalau kata KH Ahmad Dahlan “Hidup-Hidupilah Muhammadiyah dan jangan mencari kehidupan di Muhammadiyah”.

Terus semangat menjadi kader Muhammadiyah teruslah ber-Amar ma’ruf nahi munkar meskipun dalam keadaan apapun itu karena kader Muhammadiyah adalah kader yang tangguh dan tidak pernah kenal kata putus asa dalam berdakwah menyebar kebaikan.

 

Author : Ahmad Asriel Hakiki