Minggu, 07 Desember 2025

photo by pixelbay

Pelukan Untuk Tubuh Yang Rapuh

Kini tak tersisa walau sedikit

Bayang-bayang hilang

Terbang terlupakan

Kenangan lenyap

Sirna seketika mengejutkan

Kepada diri-diri yang letih

Jiwa-jiwa yang rapuh

Bertahanlah lebih lama

 

Kemana kami harus menetap

Kemana harus diri-diri ini berlindung

Ruang aman kami direnggut

Hak-hak kami dirampas

Harta benda kami dirampok

Kini tiada tersisa

 

Peluk jauh untukmu

jiwa-jiwa yang terkungkung 


puisi oleh:

ketua bidang RPK IMM Prof Hamka


photo by pixelbay

Bumi Manusia Yang Direnggut

bumiku kaya berlimpah rampah

tanaman tumbuh menjulang menjuntai

serba serbi makhluk tingggal saling merangkul

hijau cemerlang menghiasi kelopak berpasangan

garis-garis putih memenuhi sisinya

julaian gemunung gagah perkasa

 

namun para bedebah bersekongkol bersama iblis

menghancurkan, menguras, merenggut

kehidupan tentram pupus

manusia lemah tertindas

orang orang kecil tak didengar

hewan-hewan diusir terlantar

luput dalam pandangan

sirnah dalam ingatan

 

ibu pertiwi menangis

juga makhluk di dalamnya


puisi oleh: 

ketua bidang riset dan pengembangan keilmuan PK IMM Prof Hamkah

 

 

 

Jumat, 05 Desember 2025


Mahluk Bukan Hanya Manusia, Alam dan Hewan Merupakan Bagian Penting Dari Kehidupan.

Sayangnya alam tidak dapat berbicara untuk menegur. Beberapa hari ini sebagian sumatera dilanda bencana bangjir dan longsor. Seakan mengingatkan kita kepada alam yang selama ini soalah tentram namun menyembunyikan dendam atau lebih pantas disebut mala petaka. Banyak korban meninggal dunia, hilang tampa jejak, kerusakan bangunan, fasilitas umum hancur, rumah-rumah warga rata tak tersisa, akses jalan terputus, listrik padam, internet sirnah. Penjarahan mulai terjadi, sejumlah kendaraan besar saling tumpang tindih, jembatan ambruk, jalanan putus terlelap hingga kedalaman hampir 15 meter kebawah tanah, bau mayat memenuhi sela sela udara, tangisan-tangisan terdengar rapuh, masyarakat hidup dalam penderitaan.

Apakah kondisi ini sepenuhnya merugikan? bagi sebagian orang serakah, kondisi ini bisa menguntungkan karena menjadi sarana kampanye baru, menaikkan popularitas dengan bergerak menenteng karung-karung beras, keranjang-keranjang bantuan sosial seolah pahlawan yang datang dengan tulus.

Dalam kehidupan, manusia dan hutan tak bisa terpisahkan, keduanya memiliki keterikatan. hutan memberikan akses kehidupan yang layak bagi manusia, semakin baik hutan semakin baik pula kehidupan manusia. Kita tahu sendiri kerusakan hutan berpotensi besar mendatangkan bencana, terutama banjir dan longsor karena tiada akar pohon yang menyerap air dan menahan kokoh tanah. Hutan yang rusak, curah hujan tinggi dan kapasitas penanggulangan yang tak kompeten menjadi faktor utama bencana ini.

Per 2025, data lingkungan menunjukan bahwa Indonesia menjadi negara kedua di dunia yang kehilangan hutan tropisnya, dengan kehilangan seluas 10,5 juta hektar hutan tropis. Pada periode 2016 hingga 2025 hutan di aceh, sumatera utara, dan sumatera barat mengalami deforestasi seluas 1,4 juta hektare. kebijakan pemerintah yang tidak kompeten dan tak berpihak bagi pelestarian alam, eksploitasi sumber daya besar-besaran oleh pihak yang tak bertanggung jawab, deforestasi hutan, pengalokasian lahan tambang, menjadi penyebab kedaan tragis ini. bukan hanya manusia, hewan pun ikut merasakan  dampak, mati, kehilangan rumah, habitatnya direnggut, terlantar tak karuan. Pemerintah dan masyarakat wajib memastikan bencana semacam ini tak terulang kembali dan melakukan evaluasi secara nyata karena kita butuh alam, sebagai tempat aman untuk hidup.

karena alam tak dapat berbicara untuk menegur, alam hanya memastikan haknya terpenuhi bahkan dengan banyak korban berjatuhan, bahkan dengan bencana yang amat dasyat.

Sebuah opini oleh:
ketua bidang riset dan pengembangan keilmuan PK imm prof hamkah 2025/2026