Sabtu, 18 Juli 2020

Forum Aksi, Kaji dan Diskusi Online (FRAKKSION)



FRAKKSION (Forum Aksi Kaji dan Diskusi Online): "Peran Perempuan Dalam Pandemi"

Sabtu (18/07), Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Prof. Hamka telah kembali mengadakan FRAKKSION (Forum Aksi, Kaji, dan Diskusi Online) yang bertemakan "Peran Perempuan Dalam Pandemi" yang dipandu oleh pemateri IMMawati Khoiriyatun Mardliyah (Bidang Organisasi Pimpinan Cabang IMM Ahmad Dahlan Kota Surakarta 2017/2018). Acara berjalan cukup lancar, dengan partisipan yang cukup antusias dan banyak.  Acara sendiri diadakan pada siang hari pukul 13.00 dan baru selesai sekitar pukul 15.30 WIB. Acara dibanjiri banyak pertanyaan dari kawan-kawan partisipan.

Pada kesempatan FRAKKSION kali ini, Bidang RPK mengajukan tema "Peran Perempuan Dalam Pandemi" dengan maksud ingin melihat seberapa berperannya perempuan dalam masa pandemi seperti ini. Kita tahu, bahwa pandemi Covid-19 ini telah memberikan dampak yang amat terasa bagi kehidupan manusia. Mulai dari menyusutnya ekonomi sehingga banyaknya kasus kekerasan yang dialami oleh kaum perempuan. Bidang RPK Prof. Hamka memiliki keresahan atas meningkatnya kasus kekerasan baik verbal maupun non verbal terhadap perempuan. Bahkan tidak hanya kekerasan terhadap perempuan saja, menyusutnya proses produksi hingga distributor bagi pabrik-pabrik, ataupun tempat yang memperkerjakan banyak karyawan membawa imbas yang berasa bagi pemutusan hubungan kerja bagi karyawan baik laki-laki perempuan. Akhirnya mengurangi lumbung pemasukan untuk penyangga hidup setiap harinya.

Diskusi ini pun memilik tiga poin yang menjadi garis besar pembahasan. Seperti yang tertuang dalam TOR (Term Of References) yang dibuat oleh Bidang RPK kepada pemateri disana dijelaskan sebagai berikut :
1. Di masa pandemi Covid-19 perempuan dan anak lebih rentan alami KDRT.
2. Pandemi mempersempit ruang gerak, peran nyata apa yang bisa dilakukan perempuan?
3. Membangkitkan semangat kita sebagai aktivis serta tanggung jawab terutama kepadw kader IMM.
Poin-poin diatas, adalah bentuk kerasahan yang jelas Bidang RPK rasakan, oleh karena itu menagapa kami mengambil tema sedemikian rupa.

Pemateri, IMMawati Khoiriyatun sudah menjelaskan betapa berperannya perempuan dalam segala sektor kehidupan. Baik peran sebagai Ibu,  Apalagi, dalam situasi pandemi Covid-19 seperti ini jelas membitihkan peran perempuan yang harus tangguh mengahadapi perubahan-perubahan perilaku dalam kebiasaan dini melalui lingkup keluarga sebagai edukasi. "Inilah waktu kita (perempuan) untuk menggali potensi diri, mengasah keterampilan, menjadikan diri kita (perempuan) yang lebih hebat yang gemar menebar manfaat. Menjadikan diri perempuan yang cerdas secara intelektual, emosional dan spiritual". Ujar Pemateri.

Hasil diskusi banyak memunculkan pertanyaan dan pemecahan masalah atas pertanyaan yang diajukan. Semakin banyak pembahasan dalam diskusi yang sudah dilaksanakan. Pemateri juha memberikan closing statement yang diberikan pemateri kepada partisipan berupa pesan singkat namun mengena, "Siapapun kita, dimanapun kita dan apapun profesi dan gender kita, semua mempunnyai peran yg sangat penting dikeluarga, masyarakat, komunitas organisasi dll. Ambilah peran sebanyak-banyaknya. Imbangkan hak dan kewajiban kita sebagai manusia. Dan terakhir tingkatkan kualitas diri kita, potensi diri kita, gali terus dan jangan pantang menyerah, teruslah semangat menebar kebaikan. Salam hangat dari saya". IMMawati Khoiriyatun Mardliyah.


Penulis : Aisyah Putri
Ketua Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan  Komisariat Prof. Hamka

Selasa, 12 Mei 2020

Memahami Makna Islam Rahmatan Lil-alamin?

Oleh : Immawan Alvin Saputra

Tentu tidak asing lagi ditelinga kita semua kalimat Islam rahmatan lil-alamin, tetapi apakah kita semua tau apa makna sebenarnya yang dimaksud dengan Islam rahmatan lil-alamin? Islam rahmatan lil-alamin merupakan sebuah kalimat yang seringkali di ucapkan para ulama kita ketika menjelaskan prinsip utama Islam sebagai agama yang merangkul atau mengayomi semua pihak dalam semua hal. Dari kalimat rahmatan lil-alamin sudah sangat jelas bahwa Islam adalah agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan dan jin, apalagi sesama manusia. Didalam Islam sendiri tata kehidupan manusia didunia ini telah diatur dengan sangat rapi. Hal ini semua bisa kita dapati dari sifat-sifat keluhuran ajaran islam. Islam sangat menjunjung tinggi sekali sebuah prinsip keadilan dan perdamaian. Islam sangat menuntut berbuat adil bagi seluruh umatnya agar memberlakukan manusia sesuai hak dan kewajibannya kepada siapapun itu termasuk orang-orang yang dibenci bahkan terhadap musuh sekalipun. Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, sekali lagi terbanyak di dunia. Tapi lihat saja kenyataannya, kita tidak bisa menutup mata dan telinga dengan pemberitaan sehari-hari yang mengabarkan tentang kisah-kisah menyedihkan dan tak beradab yang terdengar di telinga kita saat ini. Mulai dari sekumpulan remaja yang melakukan pencabulan, berjudi, menghisab sabu, tawuran antar sekolah, kumpul kebo, menjadi pengedar, minum-minuman keras. 
Orang tua yang mencabuli anaknya sendiri, membunuh anggota keluarganya sendiri, membunuh karena masalah sepele, bunuh diri, mutilasi, dan lain sebagainya. Sampai kepada pejabat kita yang melakukan tindak asusila, dan korupsi besar-besaran. Hampir setiap hari kejadian semacam ini keluar di pemberitaan. Sebenarnya apa yang terjadi? Di mana moral mereka? Bukankah sebagian besar dari mereka adalah muslim? Bukankah orang muslim seharusnya menjadi rahmatan lil-alamin? Jika dikatakan bahwa mereka tidak  mengenyam pendidikan sepertinya tidak juga. Kebanyakan dari mereka telah mengenyam pendidikan dasar, bahkan tidak sedikit yang sudah sarjana bahkan lebih dari itu. Lantas mengapa moral mereka bisa sebegitu hancurnya? Jawabannya adalah mereka tidak memahami dan menjalankan ajaran islam secara kaffah(sempurna). Jika mereka tahu bahwa membunuh binatang semena-mena saja dilarang oleh islam, mana mungkin sampai berani membunuh sesama manusia, apalagi sesama muslim. Jika mereka tahu bahwa islam melarang untuk mencuri dan menipu dan mereka menjalankan larangan itu, mana mungkin mereka berani melakukan korupsi yang jelas-jelas haram melakukannya karena mencuri uang rakyat. Sudah sangat jelas bagaimana islam menjelaskan bagaimana cirri-ciri yang dimiliki orang islam yang sesungguhnya. Jika ingin merasakan Indonesia yang damai, aman dan sejahtera maka yang harus dibenahi adalah moral bangsanya, bukan sekedar pendidikannya belaka. 
Saya merasa prihatin melihat kenyataan Indonesia saat ini. Negeri ini berlimpah sumberdaya alamnya, namun tak dapat menjamin kemakmuran penduduknya. Pasalnya, sebagian besar kekayaan itu justru diserahkan kepada pihak asing. Warga pun tidak mudah untuk memenuhi kebutuhan pokok, pelayanan kesehatan yang memadai, juga jaminan keamanan. Di sisi lain, jumlah Muslimnya mayoritas, tetapi sungguh kontradiksi melihat keislaman mereka justru kurang tampak dalam kehidupan. Bahkan aturan Islam yang kaffah tidak hadir mengatur urusan masyarakat. Namun demikian, selalu muncul harapan agar suatu ketika negeri ini menjadi negeri yang lebih baik lagi agar terwujudnya Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur yaitu  sebuah negeri yang penuh dengan kemakmuran dan berlimpah ampunan Allah SWT. Karena diutusnya nabi Muhammad SAW ke dunia ini sebagai rahmat bagi seluruh manusia baik mu’min maupun kafir. Rahmat bagi orang mu’min yaitu Allah SWT memberinya petunjuk dengan sebab diutusnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam beliau memasukkan orang-orang beriman ke dalam surga dengan iman dan amal mereka terhadap ajaran Allah. Sedangkan rahmat bagi orang kafir, berupa tidak disegerakannya bencana yang menimpa umat-umat terdahulu yang mengingkari ajaran Allah itulah makna rahmatan lil-alamin yang sesungguhnya. 


FRAKKSION (Forum Aksi Kaji dan Diskusi Online): "Muhammadiyah Dalam Pandemi Covid-19"

09 Mei 2020- Bidang Riset Dan Pengembangan Keilmuan PK IMM Prof Hamka telah mengadakan FRAKKSION (Forum Aksi Kaji dan Diskusi Online) dengan tema "Muhammadiyah Dalam Pandemi Covid-19". Diikuti oleh ratusan peserta dan dibuka untuk umum, FRAKKSION ini bertujuan untuk menambah wawasan dan memahamkan Kader Muhammadiyah dan Kader IMM terkait menyikapi pandemi Covi-19. Materi pada FRAKKSION kali ini disampaikan oleh IMMawatan Guntur Cahyono, M.Pd. IMMawatan Guntur Cahyono, M.Pd. beliau seorang Dosen IAIN Salatiga. IMMawatan Guntur Cahyono, M.Pd. ini orangnya humble banget, kalau sudah bicara dan bercerita bersama beliau rasanya waktu 1 dan 2 jam itu kurang.
Kurang lebih empat puluh menit IMMawatan Guntur Cahyono menyampaikan materi dengan ketikan tangan melalui WhatsApp Group. Sebagai opening, IMMawatan Guntur Cahyono mengingatkan Muhammadiyah lahir bersama dengan perjuangan nusantara (hindia belanda) lepas dari penjajahan. Jadi Muhammadiyah adalah Indonesia, dan Indonesia besar salah satunya jasa-jasa para aktivis gerakan Muhammadiyah. Indonesia telah mengalami berbagai problem kebangsaan salah satunya adalah kesehatan, menelisik sejarah panjang itu maka Muhammadiyah wajib hadir. Muhammadiyah sampai saat ini dalam penanganan covid -19 sudah menggelontorkan dana hampir 114 milyar dengan penerima manfaat hampir 2,3 juta jiwa, sungguh muhammadiyah luar biasa. 
Dana sebesar ini digunakan berbagai hal dalam konsentrasi penanganan dampak sosial sampai kesehatan. Untuk uang tunai sendiri mencapai 127 juta lebih dan juga potongan dana SPP mahasiswa lebih dari 36 juta. Bahkan dari KOMPAS TV lewat konser didi kempot kebagian untuk penyaluran 2,2 milyar dan itu angka terbanyak dibanding organisasi lain yang dipercaya menyalurkan bantuan. Ada 75 rumah sakit Muhammadiyah yang ikut serta dalam garda terdepan dalam menampung dan proses penanganan pasien covid 19. Lengkap sudah Muhammadiyah dalam proses penanganan dampak covid-19 di Indonesia. 
Secara sosial Muhammadiyah telah membangun konsep kerja yang jelas dan terukur. Namun, bagaimana warga Muhammadiyah secara keagamaan masihkah ada yang ngeyel tetap pergi masjid untuk shalat jamaah, tarawih, atau jumat. Fatwa dan edara Muhammadiyah sudah jelas dan tegas, ini adalah proses paling sulit yang terjadi di masyarakat. Muhammadiyah telah memberikan pedoman jelas bagi semua masyarakat khususnya tertentu warga muhammadiyah. Maka Kader Muhammadiyah perlu membangun ruh Muhammadiyah sesuai dengan kesepakatan ulama Muhammadiyah.
Bagamaina didesa kalo masih nekat untuk tetap melaksanakan ibadah di masjid?Muhammadiyah tentu belum sampai ke ruang publik secara luas. Tapi Kader Muhammadiyah wajib bereksistensi dimana mereka hadir. Muhammadiyah telah melakukan proses defen yang tepat dan Muhammadiyah melakukan proses pencegahan sekaligus proses penguatan bagi masyarakat terdampak, jangan sampai setelah kejadian baru kita ramai-ramai. Sebagai Kader ruang diskusi dan tidak perlu gegabah menghadapi sebagai masyarakat yang belum memahami pencegahan. Walau juga sulit, sementara orang harus bekerja misalnya semestara disatu sisi ada “tanggung jawab” tetap dirumah.
Menjadi note lagi, semua aktivitas sesuai dengan kondisi baik fisik dan waktu masing-masing individu. Point utamanya ialah bagaimana cara kita mengoptimalkan kebaikan di Wabah Covid-19.“Muhammadiyah sudah melakukan yg terbaik untuk umat dan bangsa. Menjaga Muhammadiyah yg dititipkan Kyai Dahlan sama halnya menjaga bangsa” IMMawatan Guntur Cahyono.
Penulis : Erviana Nandasari (Sekretaris Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan Komisariat Prof. Hamka)
Editor : Aisyah Putri 
Cendana Pers Ahmad Dahlan Kota Surakarta

Selasa, 28 April 2020

Tanpa Disangka, Salah Satu Stafsuf Milineal Mengundurkan Diri


Tanpa Disangka, Salah Satu Stafsuf Milineal Mengundurkan Diri
Adhamas Belva Syah Devara mengumumkan pengunduran diri sebagai Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo, Selasa (21/4/2020). “Berikut ini saya sampaikan informasi terkait pengunduran diri saya sebagai Staf Khusus Presiden. Pengunduran diri tersebut telah saya sampaikan dalam bentuk surat terbuka kepada Bapak Presiden pada tanggal 15 April 2020 dan disampaikan langsung ke Presiden pada 17 April 2020”, kata Belva melalui akun instagram miliknya pada hari Selasa. Berbagai kritik pun ditujukan kepada Belva, ada pula yang memuji langkah Belva atas keberaniannya untuk memundurkan diri. Belva mengakui bahwa pengunduran dirinya dipicu oleh keikutsertaan perusahaan miliknya "Ruang Guru" dalam program Kartu Prakerja yang mendapat banyak kritik dari masyarakat, karena terjadinya pandemi virus corona yang semula pelatihan akan dilakukan secara langsung (offline) harus dilakukan secara tidak langsung atau melalui media (online).
Ruang guru diketahui menjadi salah satu dari delapan perusahaan rintisan (start-up) yang menjadi mitra prakerja tersebut. Selain Ruangguru, tujuh perusahaan lain yang bermitra yaitu Maubelajarapa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijarmahir, dan Sisnaker. Tudingan kepada Belva pun mulai muncul selaku CEO Ruangguru yang merangkap stafsus Jokowi. Tudingan itu di antaranya berawal dari Pendiri Perhimpunan Pendidikan Demokrasi Rachland Nasidik. Rachland menilai bahwa pemerintah tidak transparan dalam menentukan delapan start-up yang menjadi mitra prakerja.

Politikus Demokrat ini menduga bahwa ada konflik kepentingan dalam penunjukan Ruangguru, mengingat posisi Belva yang menjabat sebagai stafsus Jokowi. Namun, tidak lama setelah tudingan itu Belva mengklarifikasi melalui akun twitter pribadinya, Ia juga membalas tudingan Rachland yang menudingnya memiliki konflik kepentingan. Dalam klarifikasinya di akun twiiter, Belva mengatakan bahwa sejak awal dia tidak pernah mengikuti proses pengambilan keputusan apapun dalam program prakerja itu. Menurutnya, proses penunjukan mitra itu dilakukan oleh Kemenko Perekonomian dan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja.

Belva juga mengaku telah menanyakan pada pihak instana apakah harus mundur dari pihak jabatan CEO Ruangguru sejak awal dirinya ditunjuk menjadi stafsus Jokowi. Dan jawaban dari pihak istana saat itu mengatakan bahwa Belva tidak perlu mundur dari CEO Ruangguru. "Saya sedang konfirmasi ulang ke istana apakah ada konflik kepentingan yang di tanyakan teman-teman semua di sini, walaupun saya tidak mengikuti proses seleksi mitra. Karena jika ada tentunya saya siap mundur dari stafsus saat ini juga, karena saya tidak mau menyalahi aturan apapun," ucap Belva di akun twitternya pada tanggal 15 April lalu.

Setelah itu Belva akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai stafsus Jokowi pada 17 April lalu setelah ia menjabat sejak November 2019 lalu, melalui surat terbuka ia menyatakan telah mengajukan surat pengunduran diri kepada Bapak Jokowi pada 15 April 2020. Dua hari kemudian, Belva menghadap langsung kepada Bapak Jokowi untuk menyampaikan kemunduran dirinya dari jabatan sebagai stafsus.

Dalam suratnya, Alumnus dari 3 universitas Amerika Serikat yaitu Massachusetts Institute of Technology, Stanford University, dan Harvard University itu menegaskan bahwa proses verifikasi mitra prakerja sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku. Oleh karena itu, ia membantah bahwa ada keterlibatan Ruangguru yang memunculkan konflik kepentingan, karena Pemilihan pun dilakukan langsung oleh peserta pemegang Kartu Prakerja. Namun Belva menyatakan ia tetap mengundurkan diri untuk mencegah polemik mengenai berbagai asumsi publik rentang jabatannya sebagai stafsus Jokowi menjadi berlarut-larut.

Pihak istana pun sudah mengkonfirmasi mengenai pengunduran diri dari Belva. Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan bahwa sejak awal Jokowi ingin anak-anak muda seperti Belva bergabung di pemerintah agar dapat memberikan gagasan inovatif dan kreatif. Namun, atas keputusan dari Belva, Jokowi disebut sudah menerima pengunduran diri tersebut. Di satu sisi, Anggota Ombudsman RI Alvin Lie tetap menghargai keputusan Belva itu, meskipun menurutnya tidak akan menghentikan sorotan publik terhadap perusahaan miliknya (Ruangguru) yang sudah terlanjur ikut dalam proyek salah satu program pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran di Indonesia, yakni Kartu Prakerja.Dengan begitu, pengunduran diri Belva tidak menjamin pergunjingan masyarakat akan berhenti begitu saja. Selain itu, Alvin juga mengatakan bahwa Ruangguru hanyalah anak perusahaan dari Ruangguru Private Limited asal Singapura. Padahal selama ini, Ruangguru selalu dibangga-banggakan sebagai salah satu perusahaan rintisan buatan asli Indonesia yang bergerak di bidang pendidikan.
Jadi, Keputusan Belva untuk mengundurkan diri dari stafsus Jokowi agar skandal mengenai perusahaan miliknya (Ruangguru) yang dikatakan keterlibatannya memunculkan konflik kepentingan tidak akan menjadi polemik yang berkepanjangan.

Oleh : Immawan Abdul Khofid Firmanda Putra