Minggu, 14 September 2025

Revitalisasi Kaderisasi Dan Penguantan Kapasitas Kader IMM Prof. Hamka di Era Disrupsi

 


Dalam hidup ini, ada satu atau dua hal yang memang berada di luar kendali kita. Namun, keterbatasan tersebut tidak seharusnya membuat kita berhenti berusaha. Dakwah di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) merupakan salah satu jalan yang bisa ditempuh, karena ruang dakwah di IMM lebih dekat dan mudah dijangkau oleh mahasiswa. Melalui aktivitas dan pembinaan yang dilakukan, setiap kader dapat menemukan wadah untuk berproses menuju kebaikan.

Malam yang penuh hangat ini IMM Prof hamka mengadakan kegiatan Masta, dengan tujuan memperkenalkan IMM sebagai organisasi ortom di bawah naungan Muhammadiyah kepada kader baru, selain itu juga membantu kader baru membangun kesan pertama yang kuat terhadap IMM dan Muhammadiyah menanamkan semangat keilmuan, kepedulian, sosial, dan jiwa kemahasiswaan.

IMM dapat dijadikan sebagai “kampus kedua” bagi mahasiswa. Di sini, setiap kader bukan hanya belajar secara akademis, tetapi juga ditempa untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin. IMM bukanlah tempat untuk orang-orang yang sudah sempurna, melainkan wadah bagi mereka yang bertekad memperbaiki diri dan ingin tumbuh bersama. Karena itu, jangan pernah menyerah ketika menghadapi dinamika di IMM, sebab setiap proses adalah bagian dari pembelajaran.

Kita perlu memahami bahwa setiap harapan pasti akan berhadapan dengan halangan, dan setiap tujuan pasti akan diiringi oleh cobaan. Hambatan yang ada justru menjadi ujian untuk menguatkan niat serta kesungguhan kita. IMM mengajarkan bahwa perjalanan menuju cita-cita tidak akan selalu mudah, namun setiap tantangan yang hadir merupakan bagian dari jalan menuju kedewasaan diri.

Perjuangan di IMM bukanlah soal kemustahilan, melainkan tentang keberanian menghadapi kesulitan. Ini bukan bicara tentang sesuatu yang tidak mungkin, tetapi tentang proses yang memang tidak mudah. Karena itu, semangat kebersamaan, konsistensi, dan pengorbanan harus terus dijaga. Bersama IMM, kita belajar bahwa kesulitan hanya akan menjadi batu loncatan menuju pencapaian yang lebih besar. Sebab, tidak mudah bukan berarti tidak mungkin.

"BERSAMA IMM KITA LEBIH KUAT, KEBERSAMAAN ADALAH SEGALA KUNCI, SATU TUJUAN SATU LANGKAH, BERTUMBUH BERSAMA MENUJU MASA DEPAN GEMILANG"

"IMM" JAYA

SALAM HANGAT, ABADI PERJUANGAN

Honai cengklik, mastakom & upgrading. 13-14,september, 2025


Minggu, 07 September 2025

"Langkah Kaki di Aspal yang Panas: Suara yang Tak Didengar"

     Hari demi hari, kebijakan negeri ini selalu menuai protes dari masyarakat. Berbagai peraturan yang membuat rakyat menjerit seolah-olah tak pernah didengarkan oleh pemerintah. Namun, para anggota dewan justru dimanjakan dengan berbagai tunjangan yang sangat tinggi, berbanding terbalik dengan warga yang harus bekerja keras setiap hari bukan untuk kekayaan namun hanya untuk kebutuhan mereka. Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin. 

    Berbagai tuntutan terus menerus diajukan demi keadilan di negeri demokrasi ini. Namun, ketika masyarakat tengah menyuarakan keadilan, sebuah tragedi naas terjadi. Seorang ojol dilindas oleh kendaraan taktis brimob yang beratnya mencapai 12 ton. Seharusnya polisi bertugas untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum dan memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat seperti yang tertulis di UU Nomor 2 tahun 2002. Namun, yang terjadi justru mereka tidak bisa menjalankan kewajiban tersebut. Amarah masyarakat semakin memuncak, demonstrasi mulai bergejolak diberbagai daerah sebagai unjuk protes terhadap pemerintah yang kian bobrok dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

    Negara demokrasi yang harusnya "dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat" Justru tidak berlaku di negeri ini. Wahai pemerintah, apakah kalian lupa tentang mengapa revolusi perancis bisa terjadi? Revolusi Perancis terjadi karena pajak yang mencekik, namun para pejabat dimanjakan dengan berbagai kemewahan. 

    Kami mendesak pemerintah untuk segera membebaskan mahasiwa yang ditahan karena melakukan demonstrasi. Bukankah demonstrasi merupakan bagian dari jalannya negara demokrasi? Semua masyarakat memiliki hak untuk bersuara dan mengkritik pemerintah. Seharusnya pemerintah bisa memahami pentingnya kebebasan berekspresi dan hak asasi manusia demi membangun negara yang demokratis.