Senin, 23 September 2024

MASTA (Masa Ta'aruf) PC IMM Ahmad Dahlan Kota Surakarta 2024

 


Klaten, 22 September 2024, seluruh anggota PC IMM Ahmad Dahlan Kota Surakarta mengadakan acara MASTA (Masa Ta’aruf) yang bertemakan “step by step go international”, dengan tema tersebut diharapkan seluruh kader IMM dapat terus bersaing dengan pelajar-pelajar internasional.


Acara masa ta’aruf dibuka oleh Immawan Hafizt Ayatollah sebagai ketua umum PC IMM Ahmad Dahlan Kota Surakarta 2024/2025, serta diramaikan oleh 70 peserta yang berasal dari berbagai Komisariat seperti AR. Fachruddin, Azhar Basyir, Kuntowijoyo, Kasmansingodimedjo, dan Prof. Hamka yang dinaungi langsung oleh PC IMM Ahmad Dahlan Kota Surakarta. Selama masa ta’aruf, terdapat berbagai susunan acara yang harus diikuti seperti opening acara, materi-materi, dan fun game sebagai penutupya.

Acara ini juga dihadiri oleh mas Wilson sebagai pemateri pada masa ta’aruf kali ini. Materi-materi yang disampaikan selama acara juga sangat menambah wawasan bagi para kader, karena dengan bertambahnya ilmu para kader sudah semestinya bisa diimplementasikan kepada teman-teman ataupun masyarakat disekitarnya.

Dengan diselenggarakannya MASTA tahun ini diharapkan bagi seluruh kader IMM dapat saling mengenal satu sama lain dan juga semakin mempererat ukhuwah sesama kader.


Author: Bidang RPK

Sabtu, 15 Juni 2024

PERJUANGAN DAN PENGORBANAN

 


Perjuangan dan Pengorbanan : Refleksi Milad Muhammadiyah yang ke-115 Tahun

Dulu langgar kecil adalah saksi perjuangan Muhammad Darwis yang bertempat di kauman yogyakarta. Di situlah awal mula sebuah perjalanan tiada hentinya untuk membangun sebuah persyarikatan.

Tepat pada tanggal 8 Dzulhijah persyarikatan itu berdiri sebagaiamana layaknya sebuah energi positif yang muncul pertama kalinya ditanah yogyakarta, yang membawa semboyan amar ma’ruf nahi munkar.

Kiai Dahlan sempat di tertawakan dan bahkan langgar sudah beridiri itu sempat dirobohkan begitu saja, namun Kiai Dahlan dan seluruh tokoh yang terlibat didalamnya tidak pantang menyerah, karena beliau yakin persyarikatan ini akan terus tumbuh dan berkembang.

Perjuangan dan pengorbanan terus dilakukan oleh Kiai Dahlan agar Muhammadiyah bisa tumbuh dan berkembang, pada akhirnya Muhammadiyah tumbuh dan berkembang dengan sangat pesat.

Awal mulanya sebuah langgar begitu kecil, kini sudah tumbuh masjid-masjid mewah dan megah berjumlah sekitar 12.000 yang tersebar di Indonesia.

Madrasah dulu seperti ruang tamu, namun sekarang sudah berdiri ribuan gedung-gedung dari kalangan kelompok bermain hingga perguruan tinggi yang  tersebar di seluruh Indonesia dan bahkan dunia.

Dulu sempat diremehkan, tetapi sekarang 112 Rumah Sakit telah dibangun untuk masyarakat luas yang mana itu juga tersebar diseluruh indonesia.

Entah sekarang berapa banyak Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang telah di dirikan dan bahkan mempekerjakan masyarakat di seluruh sudut Nusantara bahkan di daerah yang tidak pernah di jangkau.

Muhammadiyah sekarang mempunyai aset sekitar kurang lebih Rp 200 Triliun, sebuah pencapaian yang amat sulit dikejar oleh lembaga lainnya.

Namun dengan itu Muhammadiyah tetap menjaga dan rendah hati akan pencapaian yang ia raih pada saat ini, unit ekonomi persyarikatan sekarang juga telah bergeliat untuk bangkit, mengejar Amal Usaha seperti Masjid, sekolah, panti Asuhan dan rumah sakit.

Kalau kata KH Ahmad Dahlan “Hidup-Hidupilah Muhammadiyah dan jangan mencari kehidupan di Muhammadiyah”.

Terus semangat menjadi kader Muhammadiyah teruslah ber-Amar ma’ruf nahi munkar meskipun dalam keadaan apapun itu karena kader Muhammadiyah adalah kader yang tangguh dan tidak pernah kenal kata putus asa dalam berdakwah menyebar kebaikan.

 

Author : Ahmad Asriel Hakiki

 

Jumat, 24 Mei 2024

PK IMM Prof. Hamka Menyusun Program Kerja Inovatif dalam Agenda Upgrading & Raker

Boyolali, 23 Mei 2024 – PK IMM Prof. Hamka Periode 2024 - 2025 menggelar upgrading dan rapat kerja yang produktif dengan tema "one hope, one step, and one goal for progresive hamka", di mana anggota dari berbagai bidang berkumpul untuk merencanakan langkah-langkah strategis yang akan membawa kami ke arah yang lebih baik.

Acara upgrading dimulai dengan pembawaan materi-materi seputar keorganisasian oleh salah satu pimpinan PC IMM Ahmad Dahlan Kota Surakarta yakni Akmalul Fikri, dan Amelia Pratam Juliha, S.Ag. sebagai pemantik semangat serta memberikan pandangan untuk para pimpinan Prof. Hamka dalam menyusun program kerja pada agenda selanjutnya.

Pada agenda rapat kerja, kami menyoroti berbagai macam pengembangan organisasi yang menjadi fokus utama kami, termasuk inovasi program kerja, peningkatan kualitas kinerja, dan upaya keberlanjutan. Diskusi-diskusi yang berlangsung membawa gagasan-gagasan dan visi yang jelas tentang bagaimana kami ingin memandu organisasi kami ke masa depan yang lebih baik.

Terdapat beberapa program kerja yang inovatif seperti Pengkaderan non-formal, Pelatihan Kepenulisan, Da'i Ramadhan, Mabit, Online Education dan sebagainya. 

Selain itu, juga mengidentifikasi langkah-langkah konkret yang perlu diambil untuk mencapainya. Setiap anggota bidang berkontribusi dengan ide-ide kreatif dan komitmen yang kuat untuk dapat merealisasikannya.

Kami percaya bahwa rapat kerja ini adalah langkah awal yang penting dalam perjalanan PK IMM Prof. Hamka menuju keberhasilan dalam menjalankan 1 periode kepengurusan. Dengan semangat satu harapan dan satu langkah, kami yakin dapat mencapai semua tujuan yang telah kami tetapkan. Kami berharap untuk bisa melaksanakan program-program yang telah kami susun pada rapat kerja kali ini di kemudian hari.


Author : Dea Arviana & Faizah Lauhun

Jumat, 15 Januari 2021

PRESS RELEASE MUSYKOM III PK IMM PROF HAMKA

 *PK IMM Prof. Hamka Meriahkan Musyawarah Komisariat Serentak PC IMM Ahmad Dahlan Kota Surakarta*


9-10 Januari 2021, Lima komisariat dari PC IMM Ahmad Dahlan Kota Surakarta melaksanakan musyawarah komisariat secara serentak. Terkhusus PK IMM Prof Hamka yang melaksanakan musyawarah komisariat III dengan mengambil tema *"Penguatan Kader dalam Ikatan demi Terwujudnya Solidaritas menuju Ikatan yang Eksis dan Progresif"*, yang memiliki maksud tujuan untuk kedepannya agar terbentuk pemimpin yang eksis maupun progresif baik dalam aspek religiusitas, intelektualitas, dan humanitas.


Dimulai dari pembukaan pada hari pertama pukul 10.00 WIB sampai dengan hari kedua penutupan Alhamdulillah acara musykom III PK IMM Prof Hamka berjalan dengan lancar.


Immawan Fauzan Amar ( Ketum 2019/2020) ketika sambutan menyampaikan bahwa perjalanan roda organisasi akan berjalan lancar sampai finish ketika diri mampu menjalankan tugasnya hingga akhir. Dan didalam musykom III inilah akhir dari kepengurusan organisasi dipertanggungjawabkan dan mencari pemimpin baru untuk kepengurusan periode selanjutnya.


Dari hasil sidang formatur dengan proses pemilihan calon ketua umum (caketum), terpilihlah Immawan Mardiyan Ahmad Bilal sebagai ketuam umum PK IMM Prof Hamka periode 2020/2021 dengan suara terbanyak dari hasil pemilu.


Didalam sambutannya Immawan Mardiyan berharap kepada Immawan Immawati sekalian untuk terus merangkul dan mendukung berjalannya kepengurusan PK IMM Prof Hamka agar lebih baik dan maju lagi. Serta menyampaikan pesan untuk jajaran pengurus nya agar selalu semangat dalam mengemban amanah dalam satu periode kedepan.


Setiap organisasi pasti memiliki ciri khas kepemimpinannya masing-masing. Dan didalamnya juga terdapat karakter para pemimpin yang berbeda-beda. Semoga PK IMM Prof Hamka terus mengalami kemajuan sesuai dasar Amar Makruf nahi Munkar demi terbentuknya kader dengan jiwa keagamaan, kemahasiswaan, dan kemanusiaan yang baik.

Sabtu, 18 Juli 2020

Forum Aksi, Kaji dan Diskusi Online (FRAKKSION)



FRAKKSION (Forum Aksi Kaji dan Diskusi Online): "Peran Perempuan Dalam Pandemi"

Sabtu (18/07), Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Prof. Hamka telah kembali mengadakan FRAKKSION (Forum Aksi, Kaji, dan Diskusi Online) yang bertemakan "Peran Perempuan Dalam Pandemi" yang dipandu oleh pemateri IMMawati Khoiriyatun Mardliyah (Bidang Organisasi Pimpinan Cabang IMM Ahmad Dahlan Kota Surakarta 2017/2018). Acara berjalan cukup lancar, dengan partisipan yang cukup antusias dan banyak.  Acara sendiri diadakan pada siang hari pukul 13.00 dan baru selesai sekitar pukul 15.30 WIB. Acara dibanjiri banyak pertanyaan dari kawan-kawan partisipan.

Pada kesempatan FRAKKSION kali ini, Bidang RPK mengajukan tema "Peran Perempuan Dalam Pandemi" dengan maksud ingin melihat seberapa berperannya perempuan dalam masa pandemi seperti ini. Kita tahu, bahwa pandemi Covid-19 ini telah memberikan dampak yang amat terasa bagi kehidupan manusia. Mulai dari menyusutnya ekonomi sehingga banyaknya kasus kekerasan yang dialami oleh kaum perempuan. Bidang RPK Prof. Hamka memiliki keresahan atas meningkatnya kasus kekerasan baik verbal maupun non verbal terhadap perempuan. Bahkan tidak hanya kekerasan terhadap perempuan saja, menyusutnya proses produksi hingga distributor bagi pabrik-pabrik, ataupun tempat yang memperkerjakan banyak karyawan membawa imbas yang berasa bagi pemutusan hubungan kerja bagi karyawan baik laki-laki perempuan. Akhirnya mengurangi lumbung pemasukan untuk penyangga hidup setiap harinya.

Diskusi ini pun memilik tiga poin yang menjadi garis besar pembahasan. Seperti yang tertuang dalam TOR (Term Of References) yang dibuat oleh Bidang RPK kepada pemateri disana dijelaskan sebagai berikut :
1. Di masa pandemi Covid-19 perempuan dan anak lebih rentan alami KDRT.
2. Pandemi mempersempit ruang gerak, peran nyata apa yang bisa dilakukan perempuan?
3. Membangkitkan semangat kita sebagai aktivis serta tanggung jawab terutama kepadw kader IMM.
Poin-poin diatas, adalah bentuk kerasahan yang jelas Bidang RPK rasakan, oleh karena itu menagapa kami mengambil tema sedemikian rupa.

Pemateri, IMMawati Khoiriyatun sudah menjelaskan betapa berperannya perempuan dalam segala sektor kehidupan. Baik peran sebagai Ibu,  Apalagi, dalam situasi pandemi Covid-19 seperti ini jelas membitihkan peran perempuan yang harus tangguh mengahadapi perubahan-perubahan perilaku dalam kebiasaan dini melalui lingkup keluarga sebagai edukasi. "Inilah waktu kita (perempuan) untuk menggali potensi diri, mengasah keterampilan, menjadikan diri kita (perempuan) yang lebih hebat yang gemar menebar manfaat. Menjadikan diri perempuan yang cerdas secara intelektual, emosional dan spiritual". Ujar Pemateri.

Hasil diskusi banyak memunculkan pertanyaan dan pemecahan masalah atas pertanyaan yang diajukan. Semakin banyak pembahasan dalam diskusi yang sudah dilaksanakan. Pemateri juha memberikan closing statement yang diberikan pemateri kepada partisipan berupa pesan singkat namun mengena, "Siapapun kita, dimanapun kita dan apapun profesi dan gender kita, semua mempunnyai peran yg sangat penting dikeluarga, masyarakat, komunitas organisasi dll. Ambilah peran sebanyak-banyaknya. Imbangkan hak dan kewajiban kita sebagai manusia. Dan terakhir tingkatkan kualitas diri kita, potensi diri kita, gali terus dan jangan pantang menyerah, teruslah semangat menebar kebaikan. Salam hangat dari saya". IMMawati Khoiriyatun Mardliyah.


Penulis : Aisyah Putri
Ketua Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan  Komisariat Prof. Hamka

Selasa, 12 Mei 2020

Memahami Makna Islam Rahmatan Lil-alamin?

Oleh : Immawan Alvin Saputra

Tentu tidak asing lagi ditelinga kita semua kalimat Islam rahmatan lil-alamin, tetapi apakah kita semua tau apa makna sebenarnya yang dimaksud dengan Islam rahmatan lil-alamin? Islam rahmatan lil-alamin merupakan sebuah kalimat yang seringkali di ucapkan para ulama kita ketika menjelaskan prinsip utama Islam sebagai agama yang merangkul atau mengayomi semua pihak dalam semua hal. Dari kalimat rahmatan lil-alamin sudah sangat jelas bahwa Islam adalah agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan dan jin, apalagi sesama manusia. Didalam Islam sendiri tata kehidupan manusia didunia ini telah diatur dengan sangat rapi. Hal ini semua bisa kita dapati dari sifat-sifat keluhuran ajaran islam. Islam sangat menjunjung tinggi sekali sebuah prinsip keadilan dan perdamaian. Islam sangat menuntut berbuat adil bagi seluruh umatnya agar memberlakukan manusia sesuai hak dan kewajibannya kepada siapapun itu termasuk orang-orang yang dibenci bahkan terhadap musuh sekalipun. Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, sekali lagi terbanyak di dunia. Tapi lihat saja kenyataannya, kita tidak bisa menutup mata dan telinga dengan pemberitaan sehari-hari yang mengabarkan tentang kisah-kisah menyedihkan dan tak beradab yang terdengar di telinga kita saat ini. Mulai dari sekumpulan remaja yang melakukan pencabulan, berjudi, menghisab sabu, tawuran antar sekolah, kumpul kebo, menjadi pengedar, minum-minuman keras. 
Orang tua yang mencabuli anaknya sendiri, membunuh anggota keluarganya sendiri, membunuh karena masalah sepele, bunuh diri, mutilasi, dan lain sebagainya. Sampai kepada pejabat kita yang melakukan tindak asusila, dan korupsi besar-besaran. Hampir setiap hari kejadian semacam ini keluar di pemberitaan. Sebenarnya apa yang terjadi? Di mana moral mereka? Bukankah sebagian besar dari mereka adalah muslim? Bukankah orang muslim seharusnya menjadi rahmatan lil-alamin? Jika dikatakan bahwa mereka tidak  mengenyam pendidikan sepertinya tidak juga. Kebanyakan dari mereka telah mengenyam pendidikan dasar, bahkan tidak sedikit yang sudah sarjana bahkan lebih dari itu. Lantas mengapa moral mereka bisa sebegitu hancurnya? Jawabannya adalah mereka tidak memahami dan menjalankan ajaran islam secara kaffah(sempurna). Jika mereka tahu bahwa membunuh binatang semena-mena saja dilarang oleh islam, mana mungkin sampai berani membunuh sesama manusia, apalagi sesama muslim. Jika mereka tahu bahwa islam melarang untuk mencuri dan menipu dan mereka menjalankan larangan itu, mana mungkin mereka berani melakukan korupsi yang jelas-jelas haram melakukannya karena mencuri uang rakyat. Sudah sangat jelas bagaimana islam menjelaskan bagaimana cirri-ciri yang dimiliki orang islam yang sesungguhnya. Jika ingin merasakan Indonesia yang damai, aman dan sejahtera maka yang harus dibenahi adalah moral bangsanya, bukan sekedar pendidikannya belaka. 
Saya merasa prihatin melihat kenyataan Indonesia saat ini. Negeri ini berlimpah sumberdaya alamnya, namun tak dapat menjamin kemakmuran penduduknya. Pasalnya, sebagian besar kekayaan itu justru diserahkan kepada pihak asing. Warga pun tidak mudah untuk memenuhi kebutuhan pokok, pelayanan kesehatan yang memadai, juga jaminan keamanan. Di sisi lain, jumlah Muslimnya mayoritas, tetapi sungguh kontradiksi melihat keislaman mereka justru kurang tampak dalam kehidupan. Bahkan aturan Islam yang kaffah tidak hadir mengatur urusan masyarakat. Namun demikian, selalu muncul harapan agar suatu ketika negeri ini menjadi negeri yang lebih baik lagi agar terwujudnya Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur yaitu  sebuah negeri yang penuh dengan kemakmuran dan berlimpah ampunan Allah SWT. Karena diutusnya nabi Muhammad SAW ke dunia ini sebagai rahmat bagi seluruh manusia baik mu’min maupun kafir. Rahmat bagi orang mu’min yaitu Allah SWT memberinya petunjuk dengan sebab diutusnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam beliau memasukkan orang-orang beriman ke dalam surga dengan iman dan amal mereka terhadap ajaran Allah. Sedangkan rahmat bagi orang kafir, berupa tidak disegerakannya bencana yang menimpa umat-umat terdahulu yang mengingkari ajaran Allah itulah makna rahmatan lil-alamin yang sesungguhnya. 


FRAKKSION (Forum Aksi Kaji dan Diskusi Online): "Muhammadiyah Dalam Pandemi Covid-19"

09 Mei 2020- Bidang Riset Dan Pengembangan Keilmuan PK IMM Prof Hamka telah mengadakan FRAKKSION (Forum Aksi Kaji dan Diskusi Online) dengan tema "Muhammadiyah Dalam Pandemi Covid-19". Diikuti oleh ratusan peserta dan dibuka untuk umum, FRAKKSION ini bertujuan untuk menambah wawasan dan memahamkan Kader Muhammadiyah dan Kader IMM terkait menyikapi pandemi Covi-19. Materi pada FRAKKSION kali ini disampaikan oleh IMMawatan Guntur Cahyono, M.Pd. IMMawatan Guntur Cahyono, M.Pd. beliau seorang Dosen IAIN Salatiga. IMMawatan Guntur Cahyono, M.Pd. ini orangnya humble banget, kalau sudah bicara dan bercerita bersama beliau rasanya waktu 1 dan 2 jam itu kurang.
Kurang lebih empat puluh menit IMMawatan Guntur Cahyono menyampaikan materi dengan ketikan tangan melalui WhatsApp Group. Sebagai opening, IMMawatan Guntur Cahyono mengingatkan Muhammadiyah lahir bersama dengan perjuangan nusantara (hindia belanda) lepas dari penjajahan. Jadi Muhammadiyah adalah Indonesia, dan Indonesia besar salah satunya jasa-jasa para aktivis gerakan Muhammadiyah. Indonesia telah mengalami berbagai problem kebangsaan salah satunya adalah kesehatan, menelisik sejarah panjang itu maka Muhammadiyah wajib hadir. Muhammadiyah sampai saat ini dalam penanganan covid -19 sudah menggelontorkan dana hampir 114 milyar dengan penerima manfaat hampir 2,3 juta jiwa, sungguh muhammadiyah luar biasa. 
Dana sebesar ini digunakan berbagai hal dalam konsentrasi penanganan dampak sosial sampai kesehatan. Untuk uang tunai sendiri mencapai 127 juta lebih dan juga potongan dana SPP mahasiswa lebih dari 36 juta. Bahkan dari KOMPAS TV lewat konser didi kempot kebagian untuk penyaluran 2,2 milyar dan itu angka terbanyak dibanding organisasi lain yang dipercaya menyalurkan bantuan. Ada 75 rumah sakit Muhammadiyah yang ikut serta dalam garda terdepan dalam menampung dan proses penanganan pasien covid 19. Lengkap sudah Muhammadiyah dalam proses penanganan dampak covid-19 di Indonesia. 
Secara sosial Muhammadiyah telah membangun konsep kerja yang jelas dan terukur. Namun, bagaimana warga Muhammadiyah secara keagamaan masihkah ada yang ngeyel tetap pergi masjid untuk shalat jamaah, tarawih, atau jumat. Fatwa dan edara Muhammadiyah sudah jelas dan tegas, ini adalah proses paling sulit yang terjadi di masyarakat. Muhammadiyah telah memberikan pedoman jelas bagi semua masyarakat khususnya tertentu warga muhammadiyah. Maka Kader Muhammadiyah perlu membangun ruh Muhammadiyah sesuai dengan kesepakatan ulama Muhammadiyah.
Bagamaina didesa kalo masih nekat untuk tetap melaksanakan ibadah di masjid?Muhammadiyah tentu belum sampai ke ruang publik secara luas. Tapi Kader Muhammadiyah wajib bereksistensi dimana mereka hadir. Muhammadiyah telah melakukan proses defen yang tepat dan Muhammadiyah melakukan proses pencegahan sekaligus proses penguatan bagi masyarakat terdampak, jangan sampai setelah kejadian baru kita ramai-ramai. Sebagai Kader ruang diskusi dan tidak perlu gegabah menghadapi sebagai masyarakat yang belum memahami pencegahan. Walau juga sulit, sementara orang harus bekerja misalnya semestara disatu sisi ada “tanggung jawab” tetap dirumah.
Menjadi note lagi, semua aktivitas sesuai dengan kondisi baik fisik dan waktu masing-masing individu. Point utamanya ialah bagaimana cara kita mengoptimalkan kebaikan di Wabah Covid-19.“Muhammadiyah sudah melakukan yg terbaik untuk umat dan bangsa. Menjaga Muhammadiyah yg dititipkan Kyai Dahlan sama halnya menjaga bangsa” IMMawatan Guntur Cahyono.
Penulis : Erviana Nandasari (Sekretaris Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan Komisariat Prof. Hamka)
Editor : Aisyah Putri 
Cendana Pers Ahmad Dahlan Kota Surakarta