Oleh: IMMawan Faiz (Staff Bidang Kaderisasi PK IMM Prof. Hamka)
Reformasi yang kita raih dengan darah dan air mata seharusnya menjadi titik balik untuk Indonesia yang lebih baik. Namun, kenyataan saat ini justru membuat kita bertanya-tanya, apakah perjuangan itu benar-benar telah membebaskan kita? Apakah kita telah cukup belajar dari luka-luka masa lalu, atau justru sedang menggali lubang yang lebih dalam untuk kembali jatuh ke dalamnya?
Orde Baru adalah sejarah yang begitu kelam, masa di mana rakyat dibungkam, hak-hak mereka diinjak, dan setiap keberanian untuk melawan rezim dihancurkan dengan brutal. Tak ada ruang untuk suara rakyat, tak ada tempat bagi perbedaan. Seharusnya, kita tak pernah lagi merasakan kebangkitan kembali ketidakadilan itu. Namun, hari ini, dengan lahirnya RUU TNI, kita dihadapkan pada kemungkinan kembalinya kekuasaan militer yang menggurita. Adakah kita akan membiarkan itu terjadi? Adakah kita akan diam saat sistem yang dulu menindas, mencoba meraih kembali kekuasaan?
Perjuangan kita untuk melepaskan diri dari cengkeraman kekuasaan otoriter belum selesai. Bahkan kini, kita melihat gejala-gejala oligarki yang semakin menguat, bersembunyi di balik alasan "keamanan negara," membungkus diri dalam dalih yang tampaknya sah. Tapi kita tahu, ini bukan soal keamanan. Ini soal bagaimana segelintir orang, yang tak peduli dengan rakyat, berusaha mengendalikan nasib kita semua. Mereka yang menguasai ekonomi dan politik, dengan rakusnya mengeruk kekayaan dan kekuasaan, tanpa peduli pada penderitaan yang mereka timbulkan.
Apakah kita akan terus membiarkan mereka memainkan politik kekuasaan dengan cara mereka? Apakah kita rela menjadi penonton dalam cerita buruk ini, membiarkan mereka mengulang sejarah yang tak pernah kita inginkan? Kapan lagi kita akan berdiri, dengan berani dan penuh keyakinan, untuk mengatakan bahwa kita tidak akan pernah kembali ke masa lalu?
Hei yang di atas, apakah kalian benar-benar melihat kami? Apakah kalian tidak mendengar jeritan kami yang sudah lelah dengan janji palsu dan kebijakan yang hanya memperkaya mereka yang sudah cukup kuat? Kami tidak ingin menjadi bagian dari sejarah kelam yang terlupakan. Kami ingin Indonesia yang sejati, yang menghargai keadilan, yang memberikan ruang bagi setiap warga untuk hidup dengan martabat. Kami ingin negara yang berpihak pada rakyat, bukan pada segelintir elit yang terus menggerogoti kehidupan kami.
Kita harus bangkit! Reformasi ini belum selesai! Jangan biarkan segelintir orang merusak cita-cita kita. Jangan biarkan Indonesia kembali terjerumus ke dalam tangan yang salah. Kekuatan kita ada pada persatuan kita. Kekuatan kita ada pada suara kita. Jika kita diam, maka sejarah ini akan kembali terulang. Tapi jika kita melakukan segala bentuk perlawanan, kita bisa menciptakan Indonesia yang lebih baik untuk kedepannya
"kawal demokrasi, dengan segala dinamika dan romantika, sejarah sedang di ukir kembali"ucap Pak SBY.
Sekarang adalah waktunya. Waktunya untuk berdiri tegak, untuk menuntut perubahan nyata, dan untuk memastikan bahwa cita-cita reformasi tidak hanya menjadi angan-angan yang terlupakan. Waktunya untuk bergerak bersama dan ciptakan dampak yang nyata!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar