Oleh: IMMawan Ahmad Asriel Nur Hakiki(Ketua Umum PK IMM Prof. Hamka 2024/2025)
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan yang kian menekan, di saat suara rakyat semakin sayup oleh kebijakan yang menindas, mahasiswa berdiri di garis depan. Mereka bukan sekadar pemuda yang mengisi ruang-ruang akademik, tetapi agen perubahan yang membawa semangat perjuangan.
Mahasiswa melawan bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi rakyat yang kerap menjadi korban ketidakadilan. Mereka turun ke jalan bukan karena haus akan kekacauan, tetapi karena hati mereka gelisah melihat hak-hak rakyat dirampas.
Setiap kebijakan yang menindas, setiap penguasa yang lalim, setiap bentuk eksploitasi terhadap kaum lemah—semua itu menjadi panggilan bagi mahasiswa untuk bertindak. Mereka tidak tinggal diam ketika petani kehilangan tanahnya, buruh diperas tenaganya, nelayan diusir dari lautnya, dan kebebasan berbicara dikekang.
Di saat kesewenang-wenangan merajalela dan rakyat kecil semakin terpinggirkan, mahasiswa hadir sebagai nyala api yang menolak padam. Mereka bukan sekadar penonton dalam panggung ketidakadilan, tetapi aktor utama dalam perjuangan melawan tirani.
Dari ruang-ruang diskusi hingga jalanan yang dipenuhi suara-suara lantang, mahasiswa terus bersuara. Mereka bukan sekadar menuntut perubahan, tetapi bergerak untuk mewujudkannya. Sebab bagi mahasiswa, diam adalah bentuk pengkhianatan, dan tunduk pada penindasan adalah penghancuran nilai-nilai kemanusiaan.
Dengan semangat yang membara, mahasiswa melawan bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk rakyat yang suaranya kerap dibungkam, untuk kaum tertindas yang hak-haknya direnggut. Selama masih ada ketidakadilan, mahasiswa akan terus bergerak, meneriakkan kebenaran, dan menyalakan harapan di tengah kegelapan.
Ketika hukum hanya tajam ke bawah, ketika keadilan menjadi barang dagangan, mahasiswa tidak bisa tinggal diam. Perlawanan mereka bukan sekadar aksi turun ke jalan, tetapi panggilan jiwa untuk melawan segala bentuk penindasan.
Mereka mengorganisir diri, menyatukan suara, dan memperjuangkan hak-hak rakyat yang dirampas. Mereka memahami bahwa perubahan tidak akan datang dari mereka yang duduk nyaman di kursi kekuasaan, tetapi dari keberanian mereka yang berani berkata, “Cukup sudah ketidakadilan ini!”
Selama masih ada ketidakadilan, selama rakyat masih tertindas, mahasiswa akan terus melawan!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar