Selasa, 28 April 2020

Tanpa Disangka, Salah Satu Stafsuf Milineal Mengundurkan Diri


Tanpa Disangka, Salah Satu Stafsuf Milineal Mengundurkan Diri
Adhamas Belva Syah Devara mengumumkan pengunduran diri sebagai Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo, Selasa (21/4/2020). “Berikut ini saya sampaikan informasi terkait pengunduran diri saya sebagai Staf Khusus Presiden. Pengunduran diri tersebut telah saya sampaikan dalam bentuk surat terbuka kepada Bapak Presiden pada tanggal 15 April 2020 dan disampaikan langsung ke Presiden pada 17 April 2020”, kata Belva melalui akun instagram miliknya pada hari Selasa. Berbagai kritik pun ditujukan kepada Belva, ada pula yang memuji langkah Belva atas keberaniannya untuk memundurkan diri. Belva mengakui bahwa pengunduran dirinya dipicu oleh keikutsertaan perusahaan miliknya "Ruang Guru" dalam program Kartu Prakerja yang mendapat banyak kritik dari masyarakat, karena terjadinya pandemi virus corona yang semula pelatihan akan dilakukan secara langsung (offline) harus dilakukan secara tidak langsung atau melalui media (online).
Ruang guru diketahui menjadi salah satu dari delapan perusahaan rintisan (start-up) yang menjadi mitra prakerja tersebut. Selain Ruangguru, tujuh perusahaan lain yang bermitra yaitu Maubelajarapa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijarmahir, dan Sisnaker. Tudingan kepada Belva pun mulai muncul selaku CEO Ruangguru yang merangkap stafsus Jokowi. Tudingan itu di antaranya berawal dari Pendiri Perhimpunan Pendidikan Demokrasi Rachland Nasidik. Rachland menilai bahwa pemerintah tidak transparan dalam menentukan delapan start-up yang menjadi mitra prakerja.

Politikus Demokrat ini menduga bahwa ada konflik kepentingan dalam penunjukan Ruangguru, mengingat posisi Belva yang menjabat sebagai stafsus Jokowi. Namun, tidak lama setelah tudingan itu Belva mengklarifikasi melalui akun twitter pribadinya, Ia juga membalas tudingan Rachland yang menudingnya memiliki konflik kepentingan. Dalam klarifikasinya di akun twiiter, Belva mengatakan bahwa sejak awal dia tidak pernah mengikuti proses pengambilan keputusan apapun dalam program prakerja itu. Menurutnya, proses penunjukan mitra itu dilakukan oleh Kemenko Perekonomian dan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja.

Belva juga mengaku telah menanyakan pada pihak instana apakah harus mundur dari pihak jabatan CEO Ruangguru sejak awal dirinya ditunjuk menjadi stafsus Jokowi. Dan jawaban dari pihak istana saat itu mengatakan bahwa Belva tidak perlu mundur dari CEO Ruangguru. "Saya sedang konfirmasi ulang ke istana apakah ada konflik kepentingan yang di tanyakan teman-teman semua di sini, walaupun saya tidak mengikuti proses seleksi mitra. Karena jika ada tentunya saya siap mundur dari stafsus saat ini juga, karena saya tidak mau menyalahi aturan apapun," ucap Belva di akun twitternya pada tanggal 15 April lalu.

Setelah itu Belva akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai stafsus Jokowi pada 17 April lalu setelah ia menjabat sejak November 2019 lalu, melalui surat terbuka ia menyatakan telah mengajukan surat pengunduran diri kepada Bapak Jokowi pada 15 April 2020. Dua hari kemudian, Belva menghadap langsung kepada Bapak Jokowi untuk menyampaikan kemunduran dirinya dari jabatan sebagai stafsus.

Dalam suratnya, Alumnus dari 3 universitas Amerika Serikat yaitu Massachusetts Institute of Technology, Stanford University, dan Harvard University itu menegaskan bahwa proses verifikasi mitra prakerja sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku. Oleh karena itu, ia membantah bahwa ada keterlibatan Ruangguru yang memunculkan konflik kepentingan, karena Pemilihan pun dilakukan langsung oleh peserta pemegang Kartu Prakerja. Namun Belva menyatakan ia tetap mengundurkan diri untuk mencegah polemik mengenai berbagai asumsi publik rentang jabatannya sebagai stafsus Jokowi menjadi berlarut-larut.

Pihak istana pun sudah mengkonfirmasi mengenai pengunduran diri dari Belva. Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan bahwa sejak awal Jokowi ingin anak-anak muda seperti Belva bergabung di pemerintah agar dapat memberikan gagasan inovatif dan kreatif. Namun, atas keputusan dari Belva, Jokowi disebut sudah menerima pengunduran diri tersebut. Di satu sisi, Anggota Ombudsman RI Alvin Lie tetap menghargai keputusan Belva itu, meskipun menurutnya tidak akan menghentikan sorotan publik terhadap perusahaan miliknya (Ruangguru) yang sudah terlanjur ikut dalam proyek salah satu program pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran di Indonesia, yakni Kartu Prakerja.Dengan begitu, pengunduran diri Belva tidak menjamin pergunjingan masyarakat akan berhenti begitu saja. Selain itu, Alvin juga mengatakan bahwa Ruangguru hanyalah anak perusahaan dari Ruangguru Private Limited asal Singapura. Padahal selama ini, Ruangguru selalu dibangga-banggakan sebagai salah satu perusahaan rintisan buatan asli Indonesia yang bergerak di bidang pendidikan.
Jadi, Keputusan Belva untuk mengundurkan diri dari stafsus Jokowi agar skandal mengenai perusahaan miliknya (Ruangguru) yang dikatakan keterlibatannya memunculkan konflik kepentingan tidak akan menjadi polemik yang berkepanjangan.

Oleh : Immawan Abdul Khofid Firmanda Putra


Minggu, 05 April 2020

PANDEMI COVID-19


PANDEMI COVID-19 DALAM MASYARAKAT SERTA MAHASISWA

            Corona Virus Disease 2019 atau biasa disingkat COVID-19 adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia, bukan hanya pada manusia saja ternyata COVID-19 juga dapat menular pada hewan. Gejala untuk mengenal bahwa itu sakit COVID-19 atau bukan itu ditandai dengan adanya demam, batuk pilek, gangguan pernapasan, sakit tenggorokan, nyeri tulang, letih dan lesu. Kenapa virus ini dinamakan COVID-19 ? Karena virus ini ditemukan pada bulan desember akhir tahun 2019, negara yang pertama kali terkena virus ini adalah negara Cina, khususnya di kota Wuhan itu sendiri. Cara penularan COVID-19 yaitu dengan cairan yang dikeluarkan dari cairan batuk, cairan pilek, dan jabat tangan juga bisa menyebabkan penularan, dikarenakan bakteri yang banyak yaitu berada pada telapak tangan maka dari itu jabat tangan diidentifikasikan sebagai penularan COVID-19. Cara pencegahan COVID-19 yaitu dengan cara cuci tangan dengan benar, gunakan masker jika batuk dan pilek, makan makanan yang bergizi contohnya seperti buah, sayur, minum air putih yang banyak, jangan mengkonsumsi daging yang belum dimasak, rajin olahraga dan istirahat yang cukup.
            Lantas apa yang bisa kita lakukan dengan adanya COVID-19 ini ? kita bisa memaksimalkan belajar dirumah, mengerjakan tugas-tugas dari kampus dengan segera, membaca buku, mengikuji kajian serta diskusi online, meningkatkan ibadah, berbakti kepada orang tua, mengerjakan aktifitas amar ma’ruf nahi munkar. Selain itu dengan adanya wabah ini sangat merugikan masyarakat serta kepanikan yang sedang dialami oleh masyarakat. Sebagai mahasiswa sudah sepantasnya kita membantu hal tersebut. Mahasiswa adalah tombak atau pusat dari siswa atau siswa tingkat tinggi, dengan adanya mahasiswa maka ditugaskan untuk selalu mengayomi masyarakat serta membela kebenaran. Apa yang sepantasnya dilakukan mahasiswa itu semata-mata untuk kebenaran dan untuk masyarakat. Jadi seorang mahasiswa memang harus mempunyai prinsip serta berpegang teguh untuk membela yang benar. Apalagi ditengah virus yang sedang mengguncang dunia ini. Banyak masyarakat yang panik serta tak sedikit dari mereka yang mengucilkan seseorang yang positif COVID-19. Seperti yang sedang terjadi pada akhir-akhir ini banyak beredar video tentang penolakan jenazah yang terkena COVID-19 yang akan di makamkan. Masyarakat menolak hal tersebut disebabkan karena kepanikan warga apabila virus tersebut dapat menular. Warga yang seperti itu dikarenakan kurangnya info pemutusan rantai virus COVID-19 ini. Nah, inilah waktunya mahasiswa turun untuk memberikan pengertian kepada masyarakat agar hal tersebut tidak dapat terulang kembali.
            Bagaimana cara menangani desa atau masyarakat yang belum berkemajuan, sehingga mereka kurang informasi terhadap virus COVID-19 ? Cara yang paling dasar yaitu setiap kabupaten pasti ada Dinas Kesehatan, Dinas Kesehatan bisa memberikan penyuluhan kepada masyarakat yang kurang berkemajuan tersebut dengan memberikan informasi secara hati-hati serta informasi yang tepat. Kenapa harus hati-hati ? Hal tersebut untuk meminimalisir kepanikan yang akan terjadi pada masyarakt tersebut. Setiap kecamatan pasti juga ada puskesmas, nah puskesmas setiap minggu atau berapa hari sekali bisa datang untuk pengecekan kesehatan warga. Peran mahasiswa juga berfungsi di daerah tersebut karena mereka yang kurang berkemajuan akan paham apabila ada seseorang yang memberikan informasi terbaru yang saat ini sedang terjadi. Selain itu bagi mahasiswa yang mungkin mengambil jurusan Psikologi atau BKI (Konselor) dapat memberikan penyuluhan untuk relaksasi masyarakat agar tingkat kecemasan yang sedang terjadi dapat berkurang.
            Selain masyarakat yang belum berkemajuan, video penolakan jenazah yang postif COVID-19, ada lagi kasus yang sedang gencar pada negara kita ini. Kasus tersebut adalah pengeluaran atau pembebasan para narapidana. Narapidana bebas tanpa syarat dikarenakan untuk mengurangi kerumunan yang sedang terjadi agar tidak adanya narapidana yang terkena COVID-19. Hal tersebut memang belum terlaksana, akan tetapi apakah hal tersebut akan menguntungkan masyarakat atau merugikan masyarakat ? ya, kita semua pasti tahu jawabannya, para koruptor akan dibebaskan tanpa syarat dan hal tersebut akan merugikan masyarakat, para pencuri akan bebas dan pencurian akan merajalela. Kita bisa membayangkan bersama apa yang akan terjadi kedepannya apabila pemerintah tidak ambil keputusan yang tepat maka krisis moneter juga akan terulang kembali.
            Sebagai hamba Allah maka kuatkan iman kita dengan meningkatkan ibadah kita, jangan samapai goyah dan teruslah berikhtiar sebab Allah akan mendengarkan orang-orang yang beribadah dan menunduk kepadanya, karena Allah maha pengasih maha penyanyang. Jangan lupa untuk selalu jaga kesehatan untuk kita semua. Semoga wabah COVID-19 ini segera berakhir dan kita dipertemukan dengan bulan ramadhan, bulan suci dengan penuh rahmat. Pesan saya untuk teman-teman stay at home, do not underestimate this virus ! 
semoga kita semua berada dalam lindungan-Nya. 


 Ditulis Oleh : Immawati Larasati Galuh
Sekretaris bidang Kader

FRAKKSI 4 APRIL (Bedah Essay)


FRAKKSI (Bedah Essay) “COVID – 19 Bagaimana Kesehatan Mentalmu?”

Merabaknya virus Covid–19 yang sudah menjadi pandemi dunia ini, memberikan dampak yang luar biasa dirasakan oleh semua masyarakat dunia. Dampak yang dirasakan bukan hanya hal-hal yang mengenai tentang kesehatan saja, akan tetapi juga memporak-porandakan masalah sosial di banyak negara seperti ekonomi, politik, pendidikan, dan lain-lain. Virus Covid-19 ini tidak hanya mengganggu kesahatan fisik seseorang namun juga berimbas kepada kesehatan mentalnya. Kesehatan mental sangat penting bagi kehidupan seseorang. Bahkan tidak hanya penyakit yang terjadi karena Virus Covid–19 saja, apapun penyakitnya akan berdampak terhadap mental seseorang.
Lahir dari keresahan tersebut Bidang RPK di bawah PK. IMM Prof Hamka mengadakan Diskusi Online sekaligus membedah essay yang bertajuk“Covid-19 Bagaimana Kesehatan Mentalmu?” diskusi yang digelar Via-Whatsapp group ini, diskusi yang diikuti oleh 58 (lima puluh delapan) kader-kader PK IMM Prof Hamka dilaksanakan pada Jum’at malam tanggal 4 April 2020 pukul 19.30-21.30 WIB dengan pemateri utama yaitu IMMawati Aisyah Putri Febrinasari, yang juga selaku Ketua Bidang RPK PK IMM Prof Hamka.
Diskusi ini diawali dengan menshare Essay “Covid–19 Bagaimana Kesehatan Mentalmu?” agar kader-kader membaca dan memahami terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh IMMawati Aisyah Putri. IMMawati Aisyah Putri mengungkapkan bahwa munculnya kecemasan yang diakibatkan dari pendami covid–19 sampai saat ini belum merada. Merabaknya virus covid–19 di hampir seluruh dunia ini berimbas kepada segala aspek kesehatan, tak terkecuali kesehatan mental, terutama bagi mereka yang memiliki gangguan kecemasan dan Obsessive Compulsive Disorder (OCD). Pandemi virus covid-19 ini menimbulkan dampak psikologi bagi masyarakat.
Lalu bagaimana cara mengontrol mental kita agar tidak memiliki kecamasan yang tinggi akibat pandemi covid-19 ini? Yang pertama kita perlu memahami betul pandemik yang sekarang ini minimal dari cara penularan, pencegahan, dan penanganan jika terpapar atau terindikasi terkena virus tersebut. Kemudian usahakan mencari informasi dari sumber yang terpercaya agar menghindari kesimpangsiuran. Setelah mendapat informasi tidak sedikit dari kita yang kemudian dari kita menjadi takut untuk berinteraksi di luar dan lebih memikirkan hal negatif jika terdapat sintom yang mirip dengan informasi yang didapat. Hal itu wajar, tetapi ingat, penting sekali untuk tidak memperburuk keadaan dengan mengembangkan pikiran dan perasaan megatif itu sendiri, sekarang banyak sekali media yang menyediakan teman-teman yang merasa kondisinya kurang baik dan curiga terhadap virus tersebut dengan menanyakan kepada ahlinya. Semua tegangan psikis atau energi negatif yang muncul seperti cemas dan sebagainya akan berpengaruh juga terhadap kesehatan fisik. Dan penting bagi kita untuk menyeimbangkan kesehatan fisik dan mental. Terang IMMawati Aisyah Putri.
         Jadikan pandemi Covid-19 ini sebagai nikmat sakit yang masih Allah berikan kepada kita semua. Selalu istiqomah dalam ikhtiar dan tawakal Kepada-Nya. Dan dengan adanya Covid-19 ini, bumi dan seluruh alam semesta dapat mersakan kekebalan setelahnya.
Tetap patuhi aturan pemerintah untuk kita physical  distancing.

Sehat Fisik Sehat Mental
IMMawati Aisyah Putri Febrinasari


Ditulis Oleh : IMMawati Ana Uswatun Hasanah
Staff Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan