Kamis, 20 Maret 2025

Nyala Perlawanan ditengah Kegelapan

Oleh: IMMawan Ahmad Asriel Nur Hakiki(Ketua Umum PK IMM Prof. Hamka 2024/2025)

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan yang kian menekan, di saat suara rakyat semakin sayup oleh kebijakan yang menindas, mahasiswa berdiri di garis depan. Mereka bukan sekadar pemuda yang mengisi ruang-ruang akademik, tetapi agen perubahan yang membawa semangat perjuangan.

Mahasiswa melawan bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi rakyat yang kerap menjadi korban ketidakadilan. Mereka turun ke jalan bukan karena haus akan kekacauan, tetapi karena hati mereka gelisah melihat hak-hak rakyat dirampas.

Setiap kebijakan yang menindas, setiap penguasa yang lalim, setiap bentuk eksploitasi terhadap kaum lemah—semua itu menjadi panggilan bagi mahasiswa untuk bertindak. Mereka tidak tinggal diam ketika petani kehilangan tanahnya, buruh diperas tenaganya, nelayan diusir dari lautnya, dan kebebasan berbicara dikekang.

Di saat kesewenang-wenangan merajalela dan rakyat kecil semakin terpinggirkan, mahasiswa hadir sebagai nyala api yang menolak padam. Mereka bukan sekadar penonton dalam panggung ketidakadilan, tetapi aktor utama dalam perjuangan melawan tirani.

Dari ruang-ruang diskusi hingga jalanan yang dipenuhi suara-suara lantang, mahasiswa terus bersuara. Mereka bukan sekadar menuntut perubahan, tetapi bergerak untuk mewujudkannya. Sebab bagi mahasiswa, diam adalah bentuk pengkhianatan, dan tunduk pada penindasan adalah penghancuran nilai-nilai kemanusiaan.

Dengan semangat yang membara, mahasiswa melawan bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk rakyat yang suaranya kerap dibungkam, untuk kaum tertindas yang hak-haknya direnggut. Selama masih ada ketidakadilan, mahasiswa akan terus bergerak, meneriakkan kebenaran, dan menyalakan harapan di tengah kegelapan.

Ketika hukum hanya tajam ke bawah, ketika keadilan menjadi barang dagangan, mahasiswa tidak bisa tinggal diam. Perlawanan mereka bukan sekadar aksi turun ke jalan, tetapi panggilan jiwa untuk melawan segala bentuk penindasan.

Mereka mengorganisir diri, menyatukan suara, dan memperjuangkan hak-hak rakyat yang dirampas. Mereka memahami bahwa perubahan tidak akan datang dari mereka yang duduk nyaman di kursi kekuasaan, tetapi dari keberanian mereka yang berani berkata, “Cukup sudah ketidakadilan ini!”

Selama masih ada ketidakadilan, selama rakyat masih tertindas, mahasiswa akan terus melawan!

Kamis, 20 Februari 2025

Diskusi dan Sharing Tentang Efisiensi Anggaran dan Efeknya Bagi Masyarakat

 




PK IMM Prof Hamka Cabang Ahmad Dahlan Kota Surakarta menyoroti kebijakan pemangkasan anggaran oleh pemerintah dengan mengadakan diskusi komisariat. Melalui bidang riset, pengembangan, dan keilmuan, diskusi ini dilaksanakan secara offline di sebuah angkringan dekat kampus UIN Surakarta, yaitu Seventi Degrees Kopi. Diskusi ini berlangsung pada Rabu, 19 Februari 2025, meski sempat tertunda beberapa hari karena berbagai alasan. Kegiatan ini merupakan diskusi rutin bulanan yang juga menjadi bagian dari program kerja bidang riset dan pengembangan keilmuan dalam satu periode ini.

Diskusi dimulai sekitar pukul 20.00 dan berakhir pada pukul 22.00. Kegiatan ini dimantik oleh La Ode Inong Arjaim, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan PK IMM Prof Hamka. Setelah pemantik menyampaikan materi, setiap peserta diminta menyampaikan pandangan mereka secara bergantian. Berbagai argumen dan sudut pandang muncul, mulai dari yang pro hingga yang kontra.

Tujuan diskusi ini adalah untuk menambah wawasan dan kesadaran setiap kader IMM akan isu-isu yang sedang terjadi, terutama bagi kader PK Prof Hamka. Diskusi ini bersifat terbuka untuk umum dan wajib diikuti oleh setiap kader PK Prof Hamka. Tidak hanya dihadiri oleh kader Prof Hamka saja, tetapi juga diikuti oleh kader komisariat lain, seperti satu kader dari PK Azhar Basyir dan satu kader dari PK Kasman Singodimedjo yang merupakan bagian dari IMM Cabang Ahmad Dahlan Kota Surakarta.

Harapannya, dengan diadakannya diskusi semacam ini, setiap kader dapat menjadi lebih peduli dan memahami isu-isu sosial yang sedang terjadi di negeri ini serta bagaimana seorang mahasiswa seharusnya menempatkan diri.

Penulis: La Ode inong arjaim (Sekretaris Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan)

Kamis, 16 Januari 2025

Idealisme Hilang Ketika Pemuda di Butakan Kekuasaan

 

mahasiswa adalah manusia merdeka, bukan

boneka kekuasaan, mari kita independensi dengan kritis terhadap semua kepentingan, 

termasuk politik kampus.

ketika politik masuk kampus yang hilang adalah idealisme. 

jangan sampai mahasiswa dirampas oleh kepentingan yang tidak sejalan dengan masa depan kita. 

dibalik janji manis dan propaganda media, slalu ada kepentingan. 

berpikir lah dua kali, jangan hanya menjadi pion di papan catur politik kampus. 

kampus adalah ruang belajar, bukan medan pertempuran politik, fokus pada substansi, jangan tergelincir oleh permainan kekuasaan.


Penulis: Faiz Abdul Mu'iz (Staff Bidang Kaderisasi PK IMM Prof. Hamka)

Selasa, 07 Januari 2025

Jejak Pembelajaran 2024 dan Semangat Baru Menuju 2025

 

Tahun 2024 telah menjadi perjalanan yang penuh warna. Ada banyak pelajaran, tawa, dan mungkin air mata. Kita belajar bahwa tidak semua yang kita rencanakan berjalan mulus, namun setiap tantangan mengajarkan kita untuk lebih kuat.

Ada saat-saat di mana kita merasa lelah, merasa usaha kita tidak cukup, atau ragu pada diri sendiri. Tapi di tengah semua itu, kita juga menemukan keberanian untuk melangkah maju, meskipun perlahan. Keluh kesah tahun ini mengajarkan kita satu hal:

“semuanya butuh proses, dan tidak apa-apa jika kita belum sempurna”

Kini, di tahun 2025, saatnya kita melangkah dengan harapan baru. Kita harus lebih berani mengambil peluang, belajar dari kesalahan, dan tetap bersyukur atas hal-hal kecil. Mari kita prioritaskan kesehatan mental dan fisik, lebih bijak dalam mengambil keputusan, dan tetap membuka hati untuk membantu sesama.

Harapan untuk 2025 adalah agar kita menjadi pribadi yang lebih baik, lebih tangguh, dan lebih percaya pada kemampuan diri. Apa pun yang terjadi, ingatlah bahwa setiap hari adalah kesempatan baru untuk berkembang dan bermimpi lebih besar.

Selamat datang 2025, mari kita jadikan tahun ini lebih bermakna.


Penulis : Rini Nur Aisah (Staff Bidang RPK PK IMM Prof Hamka)

Gambar : Editing by M. Fata Habiburrahman

Senin, 02 Desember 2024

Memperingati Milad Muhammadiyah yang ke- 112 PK IMM Prof. Hamka mengadakan Diskusi & Nobar Film.



Sukoharjo, 26 November 2024 – Bidang Riset Pengembangan Keilmuan PK IMM Prof. Hamka menggelar kegiatan Diskusi & Nobar Film Hamka & Raham vol.2 dalam memperingati Milad Muhammadiyah yang ke-112, dimana dengan ini kita bisa merefleksikan bahwasanya tokoh-tokoh Muhammadiyah dulu juga ikut andil dalam perjuangan dan pengorbanan memperjuangkan kemerdekaan NKRI, serta bisa menjadi contoh kepada kader-kader Muhammadiyah yang masih dalam proses dan berjuang menuju masa depan.

Acara Diskusi & Nobar film ini dihadiri oleh kader baru PK IMM Prof. Hamka dan kader seluruh Komisariat dan pimpinan Cabang serta beberapa alumni yang datang pada saat penayangan film & diskusi tersebut. Acara ini juga diramaikan dengan diskusi yang dipantik oleh IMMawan Salman Al-Farossal selaku bidang Riset Pengembangan Keilmuan yang mana menjelaskan bagaiamana kehidupan Buya Hamka & Istrinya Siti Raham untuk memperjuangkan, mengorbankan semua harta bendanya bahkan jiwa raganya untuk Negara Indonesia.



Buya Hamka dikenal sebagai salah satu tokoh agama yang sangat terkenal di Daerahnya yaitu di tanah Minangkabau. Selain itu Buya Hamka juga seorang budayawan, negarawan, ulama, filsuf dan sastrawan Indonesia. Ia juga berkarier sebagai wartawan, penulis dan pengajar. Pada film Buya Hamka Vol.2 ini menceritakan setelah kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia kembali diserang oleh Belanda yang ingin berkuasa dengan melakukan agresi militer. Buya Hamka akhirnya kembali terlibat dalam perjuangan nasional. Ia bersama beberapa orang melakukan gerilya ke berbagai daerah di Sumatra Barat untuk menggelorakan perjuangan dan persatuan.

Gerilya pun dilakukan lantaran rakyat sipil ternyata masih terpecah belah ditengah agresi militer. Hamka lantas berupaya menjadi penghubung diantara mereka agar tidak terpecah belah dan kembali bersatu. Ditengah gerilya tersebut, keluarga Buya Hamka juga terpaksa mengungsi di Sungai Batang karena Belanda kian mendekati Padang Panjang pada 1948.

Siti Raham mengasuh anak-anaknya dengan kondisi yang sangat terbatas, selagi terus berdoa agar suami diberi keselamatan untuk memperjuangkan mengusir Belanda. Hari haripun makanan Buya Hamka dan keluarga hanya bubur dan dan ubi untuk bertahan hidup, bahkan anaknya yang bernama Aliyah Putri Hamka mengalami sakit yang sangat parah tapi itu sembuh ketika Belanda menyepakati Perjanjian Roem Roeyen pada 1949.

Kata salah seorang kader ketika ditanya apa pelajaran yang bisa diambil dari nonton Film Buya Hmaka & Siti Raham. Ia menjawab “bagaimana konsistensi Buya Hamka dalam menyebarluaskan agama islam, serta keteguhan dan ketauhidan beliau kepada Allah SWT. Bahkan ketika beliau difitnah hingga masuk kedalam penjara pun masih menyempatkan waktu untuk menyelesaikan penulisan kitab Tafsir Al-Azhar”, ujar IMMawati Arda dengan penuh semangat.

Dengan adanya diadakan kegiatan diskusi & nobar film Buya Hamka ini para kader bisa menambah ilmu dan pelajaran. Dan ada pesan dari penulis untuk pembaca “Have a fighting spirit and sacrifice like Buya Hamka in your learning process towards a more beautiful future”. Jadilah kader muda Muhammadiyah yang memiliki semangat yang tiada batasnya.

Penulis : Ahmad Asriel Nur Hakiki

Sabtu, 28 September 2024

KAJIAN FIKIH WANITA TEMATIK


Sukoharjo, 28 September 2024 – Bidang IMMawati PK IMM Prof. Hamka menggelar kegiatan Kajian Fikih Wanita Tematik dengan tema “Mitos dan Fakta Seputar Haid dalam Masyarakat: Membongkar Kepercayaan Salah yang Sering Didengar Tentang Haid”, dimana dengan tema tersebut diharapkan agar seluruh kader IMM dapat mengetahui mengenai pengertian haid, serta mitos dan fakta tentang haid secara ilmiah maupun secara hukum fikih.

Acara Kajian Fikih Wanita Tematik tidak hanya dihadari oleh IMMawati saja, melainkan juga IMMawan yang bukan hanya dari PK IMM Prof. Hamka, melainkan ada juga yang dari PK IMM Azhar Basyir, PK IMM AR. Fachruddin, PK IMM Kasman Singodimedjo, serta dari PC IMM Ahmad Dahlan. Acara ini dimeriahkan dengan materi yang disampaikan oleh IMMawati Reyvita Ningrum, S.Sos. yang merupakan Demisioner PK IMM Prof. Hamka dan anggota PDNA Kota Surakarta. Beliau menjelaskan mengenai pengertian mengenai jenis-jenis darah haid, yaitu darah haid, darah istihadoh, dan darah nifas, serta fakta dan mitos yang menyertainya.

Darah haid merupakan darah yang rutin keluar dalam setiap periodenya, yang mana paling pendek terjadi hanya 1 hari dan yang terlama selama 14 hari. Darah nifas merupakan darah yang luruh dari rahim saat melahirkan atau keguguran, biasanya terjadi 4-6 minggu, tergangtung dengan kondisi tubuh masing-masing. Sedangkan darah istihadoh merupakan darah yang keluar dari kebiasaan-kebiasaan haid dan nifas. Ciri-ciri darah istihadoh berbanding terbalik dengan ciri-ciri darah haid. Darah istihadoh memiliki ciri-ciri, berwarna merah terang, tidak berbau, serta bertekstur cair.

Fakta tentang haid adalah perempuan yang sedang haid dan nifas tidak boleh menjalankan ibadah sholat, puasa, jima’, tawaf dan i’tikaf. Lalu, apakah perempuan haid boleh memegang dan melafalkan Al-Quran? Jawabannya, boleh melafalkan Al-Qur'an baik terjemahan maupun tidak, dengan catatan ketika dalam kondisi dorurah seperti, dalam masa belajar dan jika dikehidupan sehari-hari memiliki kebiasaan untuk muroja’ah maupun digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka Al-Quran boleh dilafalkan.

Lalu, mitos apa saja yang ada di dalam masyarakat kita tentang haid? Yang pertama, larangan memotong kuku, rambut dan bagian tubuh lainnya saat haid. Menurut tarjih PP Muhammadiyah, dijelaskan bahwa segala perkara yang tidak ada dasarnya boleh dilakukan. Saat Aisyah menyisir rambutnya dalam keadaan haid, Rasulullah tidak memerintahkan untuk mengumpulkan rambut yang rontok setelah disisir. Kedua, mengenai keramas dan mengonsumsi air es atau bersoda. Secara ilmiah, air es dan soda tidak memiliki efek terhadap haid. Ketiga, larangan berenang dan berolahraga. Faktanya, berolahraga mampu mengurangi rasa kram pada tubuh. Selain itu, Berenang juga dapat menahan darah haid di rahim karena mendapat tekanan dari air, sehingga darah tidak akan keluar saat di air. Terakhir, larangan membuang pembalut bekas sembarangan, yang mana akan diikuti setan. Akan tetapi tidak ada pengaruh sama sekali dan yang terpenting selalu dapat menjaga kebaikan serta kebersihan.

Darah haid, bisa dipengaruhi oleh banyak hal, diantaranya adalah faktor makanan dan stres. Jika memakan makanan yang tidak sehat dan mengalami stres dapat menggangu periode haid. Haid bisa terjadi lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya, karena hormon terganggu dengan dua faktor tersebut.

Dengan adanya Kajian Fikih Wanita ini, diharapkan para IMMawati lebih aware terhadap dirinya saat haid dengan pedoman ilmiah serta ilmu fikih. Sedangkan untuk IMMawan, diharapkan dengan adanya kajian ini, membantu mereka mendidik saudara perempuannya, istrinya serta anaknya di masa depan.


Author: Salma Fatimah Azzahroh (Kabid Bidang Immawati PK IMM Prof hamka)

Editor: Bidang RPK


Senin, 23 September 2024

MASTA (Masa Ta'aruf) PC IMM Ahmad Dahlan Kota Surakarta 2024

 


Klaten, 22 September 2024, seluruh anggota PC IMM Ahmad Dahlan Kota Surakarta mengadakan acara MASTA (Masa Ta’aruf) yang bertemakan “step by step go international”, dengan tema tersebut diharapkan seluruh kader IMM dapat terus bersaing dengan pelajar-pelajar internasional.


Acara masa ta’aruf dibuka oleh Immawan Hafizt Ayatollah sebagai ketua umum PC IMM Ahmad Dahlan Kota Surakarta 2024/2025, serta diramaikan oleh 70 peserta yang berasal dari berbagai Komisariat seperti AR. Fachruddin, Azhar Basyir, Kuntowijoyo, Kasmansingodimedjo, dan Prof. Hamka yang dinaungi langsung oleh PC IMM Ahmad Dahlan Kota Surakarta. Selama masa ta’aruf, terdapat berbagai susunan acara yang harus diikuti seperti opening acara, materi-materi, dan fun game sebagai penutupya.

Acara ini juga dihadiri oleh mas Wilson sebagai pemateri pada masa ta’aruf kali ini. Materi-materi yang disampaikan selama acara juga sangat menambah wawasan bagi para kader, karena dengan bertambahnya ilmu para kader sudah semestinya bisa diimplementasikan kepada teman-teman ataupun masyarakat disekitarnya.

Dengan diselenggarakannya MASTA tahun ini diharapkan bagi seluruh kader IMM dapat saling mengenal satu sama lain dan juga semakin mempererat ukhuwah sesama kader.


Author: Bidang RPK